SURABAYA,Buser News - Jatim belum bisa lepas dari penyakit tuberkulosis (TBC). Bahkan, wilayah ini termasuk penderita TBC terbanyak di Indonesia, selain Jakarta dan Jateng. Hal tersebut sangat memprihatinkan karena penyakit itu bisa disembuhkan asal rajin berobat secara rutin selama enam bulan berturut-turut.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menyebutkan, tahun ini diperkirakan ada peningkatan jumlah penderita TBC hampir 45 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2005, ada 812 penderita yang diobati. Setahun kemudian, jumlah penderita TBC yang berobat 1.859 orang. Nah, pada 2007 jumlahnya meningkat hingga menjadi sekitar 2.600 orang (hingga minggu pertama Desember).
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Mereka mencoba mencari alternatif obat yang bisa mematikan kuman mycobacterium, penyebab TBC.
"Ternyata, bagian daun dan batang sambiloto cukup ampuh untuk membantu penyembuhan penyakit TBC," jelas Dr dra Aty Widyawaruyanti MSi Apt, salah seorang anggota tim peneliti.
Aty mengatakan telah meneliti khasiat sambiloto sejak 1992. Saat itu, dia fokus meneliti khasiat sambiloto untuk penyembuhan penyakit malaria. Kemudian pada 1993, Aty bekerja sama dengan FK meneliti manfaat tanaman yang rasanya pahit tersebut untuk penyakit TBC.
"Hasilnya cukup bagus. Sambiloto bertindak sebagai immuno stimulan (stimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, Red) yang mempercepat penyembuhan pasien TBC," paparnya. "Konsumsinya bisa bersamaan dengan obat anti-tuberkulosis. Hanya, harus ada jeda waktu konsumsi obat dengan sambiloto," tambahnya.
Saat ini, ekstrak sambiloto telah tersedia dalam bentuk serbuk, tanaman kering, hingga pil. Khusus sambiloto bentuk pil telah memenuhi syarat sebagai fitofarmaka (tanaman obat yang telah menjalani uji klinik). Aty juga menjelaskan cara mengonsumsi sambiloto berbentuk serbuk. "Ada perbedaan cara memasak dan mengonsumsi sambiloto bentuk serbuk dan tanaman kering. Ini yang harus dipahami masyarakat," katanya.
Prof dr Ni Made Mertaningsih MS SpMK, anggota tim peneliti lain, menambahkan, manfaat sambiloto itu akan disosialisasikan di puskesmas-puskesmas se-Surabaya. Sosialisasi pertama dilakukan di Puskesmas Tenggilis Selasa (18/12). Di puskesmas tersebut, para peneliti menjelaskan hasil penelitian sekaligus demo cara meracik sambiloto. "Masyarakat tertarik dengan sambiloto. Mereka tak menyangka bahwa tanaman obat ini bisa dimanfaatkan untuk penderita TBC," paparnya.( Rep- Akhmad Yulianto )
Sabtu, 22 Desember 2007
Antisipasi Teror, Polres Surabaya Timur Sterilkan Gereja
Surabaya,Buser News - Menjelang perayaan Natal Tim Gegana Polwiltabes Surabaya dan Polresta Surabaya Timur melakukan sterilisasi ke beberapa gereja.
"Mengingat beberapa tahun lalu dan mengantisipasi adanya teror, kita melakukan penyisiran ke beberapa gereja," kata Kapolsek Gubeng AKP Suhartoyo kepada Buser News.blogspot.com, Sabtu (22/12/2007).
Gereja-gereja yang sudah disisir yakni dua Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Kristus Raja dan Gereja Bethany. Penyisiran itu termasuk dalam Operasi Lilin pengamanan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Dari hasil penyisiran yang dilakukan itu tidak ditemukan apapun. "Hasil penyisiran tidak menemukan benda berbahaya apapun," ucapnya singkat.
Setiap gereja yang selesai disisir ditandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan ditandatangi tim penyisir dan tim keamanan gereja. Setelah itu petugas kepolisian menempatkan satu tim di setiap gereja. "Usai menyisir kami tempatkan satu tim polisi," tegasnya ( Rep - Akhmad Yulianto)
"Mengingat beberapa tahun lalu dan mengantisipasi adanya teror, kita melakukan penyisiran ke beberapa gereja," kata Kapolsek Gubeng AKP Suhartoyo kepada Buser News.blogspot.com, Sabtu (22/12/2007).
Gereja-gereja yang sudah disisir yakni dua Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Kristus Raja dan Gereja Bethany. Penyisiran itu termasuk dalam Operasi Lilin pengamanan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Dari hasil penyisiran yang dilakukan itu tidak ditemukan apapun. "Hasil penyisiran tidak menemukan benda berbahaya apapun," ucapnya singkat.
Setiap gereja yang selesai disisir ditandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan ditandatangi tim penyisir dan tim keamanan gereja. Setelah itu petugas kepolisian menempatkan satu tim di setiap gereja. "Usai menyisir kami tempatkan satu tim polisi," tegasnya ( Rep - Akhmad Yulianto)
Minggu, 25 November 2007
Polsekta Mulyorejo Tangkap Pecandu Barang Haram
Surabaya,Buser News
Jajaran Reskrim Polsekta Mulyoreja tak henti hentinya melakukan razia tehadap pengedar maupun pemakai sejenis narkoba yang berada di wilayah hukumnya maupun dimana juga dan razia tersebut telah berhasil menangkapkan serta mengamankan pelaku sabu sabu di daerah Simogunung barat pada hari Rabu (21/11/07 )pukul 23.00.WIB pada saat di tangkap Andry Febriyanto (31) warga Simoprona jaya Surabaya ini beserta barang bukti dengan jenis sabu sabu seberat 0,3 gram yang di simpan dalam kantong plastik kecil di dalam saku jelananya, dalam pengakuan tersangka barang haram ini sengaja di pakai untuk pesta bersama temannya.Tersangka di ancam dengan pasal 62 UU no 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman di atas 5 tahun penjarah.
Sementara itu Kapolsekta Mulyorejo AKP. Darmawan melalui Kanit Reskrimnya AIPTU Suparmin membenarkan bahwa telah mengamankan tersangka Andry Febriyanto yang terbukti telah membawa Narkoba jenis sabu sabu dan saat ini masih dalam penyidikan dan pengembangan siapa saja yang tekait dengan barang haram tersebut ( membeli pada siapa ).Kata kanit.( Akhmad Yulianto – Rep )
Foto : Tersangka Andry Febriyanto
Langganan:
Postingan (Atom)